Jumat, 27 Juni 2008

Komentar "mahasiswa menulis"

Sebelumnya yang saya tahu adalah bila sebuah peradaban itu dikatakan sudah memasuki masa sejarah atau modern, bila telah mempunyai bukti otentik yang biasanya berupa tulisan yang mana dapat menjadi bukti. jadi bila manusia belum punya tulisan, berarti dia masih dalam masa prasejarah, begitu pula dengan mahasiswa yang mana merupakan calon intelektual yang nantinya akan menjadi penerus cita-cita bangsa. Jadi mahasiswa harus punya tulisan, setidaknya walau hanya berupa sebuah artikel.

Jumat, 13 Juni 2008

menulis purbakala

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Jun 14, 2008 | Reply

    ass…

    Yang pastinya untuk menulis itu sebenarnyua jangan terlalu banyak berfikir, kebanyakan berfikir malah memandulkan pikiran kita, karena materi di otak kita akan habis

    wss……..

menulis manusia prasejarah

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Jun 14, 2008 | Reply

    Berakhirnya jaman prasejarah memang sudah berakhir, tetapi sekarang kita sedang menghadapi jaman prasejarah yang baru, karena banyaknya tidak ada bukti-bukti bahwa manusia sekarang sudah menulis. hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

Selasa, 03 Juni 2008

SALURAN AIR DI FKIP


FKIP adalah salah satu fakultas favorit di Universitas Lambung Mangkurat di propinsi Kalimantan Selatan. Fakultas yang medidik calon-calon guru masa depan yang akan menggantikan guru – guru yang ada sekarang sebagai pendidik dan pengajar. Oleh karena itu para calon guru disini di bentuk sedemikian rupa hingga benar-benar siap menjadi tenaga pendidik di masyarakat nantinya.

Terlepas dari itu semua fasilitas yang ada di kampus FKIP 1 sangat lah kurang memadai dikarenakan kurang adanya perhatian dari pengurus kampus terhadap keadaan kampus. Bila dilihat lebih detail lagi sering kita lihat bila musim penghujan datang, kampus ini sering sekali tergenag air hujan hinnga hampir meluap masuk kedalam kelas atau ruangan yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar dan mengajar. Keadaan ini diperparah dengan tersumbatnya atau mampetnya saluran air atau drainase yang ada di kampus ini karena permasalahan sampah. Padahal bila dilihat kembali dengan permasalahan itu saya lihat ada petugas kebersihan yang digaji untuk membersihkan sampah ada di sekitar areal kampus dan sekitarnya. Setiap hari dia selalu melakukan tugasnya, tetapi mengapa masih saja banjir melulu tiap turun hujan. Dan yang lebih gilanya lagi para pejabat dan pegawai atasan seperti dekan dan para pembantunya dan karyawan-karyawan yang lain seakan cuek bebek dan menutup mata akan hal ini, dan tidak melakukan apa-apa serta menganggap bahwa semua itu adalah hal yang lumrah, sungguh gila bukan ? padahal dengan saluran air yang tersumbat atau mampet tadi dapat mengganggu proses belajar dan mengajar di kampus, bila proses belajar dan mengajar tersebut terganggu, bukankah akan mempengaruhi bagaimana pemahaman dan penerimaan mahasiswa atas materi yang di berikan oleh pengajar atau yang biasa disebut dengan dosen, dan bila itu terganngu dan tidak efektif, bagaimana dapat menghasilkan guru yang profesional.

Sungguh kenyataan yang miris bila melihat itu. Dengan masalah saluran air yang sampai sekarang hanya dianggap sebagai masalah sepele saja oleh orang-orang atasan yang mereka mengganggap diri mereka sebagai dewa penyelamat yang suci, padahal gaji mereka juga dan semua fasilitas kelas VIP yang mereka nikmati juga di peras dari kami – kami juga sebagai mahasiswa yang kuliah di kampus ini. Tetapi seakan- akan mereka tidak peduli pada nasib – nasib kami sebagai mahasiswa yang jauh-jauh datang merantau dari kampung ke kampus FKIP untuk mengejar cita-cita menjadi seorang guru. Tetapi yang didapat hanyalah sepatu basah, jalan lorong yang becek, halaman yang tergenang air dan lain sebagainya, padahal dalam kenyataannya dapat dilihat di dalam saluran air tersebut banyak terdapat sampah-sampah yang menumpuk dari bagian administrasi yang membuang sampah sembarangan di saluran air yang menyebabkan tersumbatnya saluran air yang ada dikampus.

Jadi bagaimana solusinya yang harus dilakukan untuk menyelesaikan maslah saluran air ini, padahal masalahnya hanya soal sepele saja tapi bila dibiarkan berlarut-larut dapat membahayakan kampus FKIP juga. Bagaimana jika seandainya tidak ditindak lanjuitu hingga 10 tahun kedepan, Maka FKIP mungkin akan menjadi kenangan saja karena telah tergenang air hinnga tidak dapat digunkan lagi sebagai tempat pendidikan para calon guru masa depan. Padahal anggaran dana tiap tahun ajaran dan tiap semester selalu bertambah, tetapi mengapa hanya digukan untuk hal yang bisa dibilang sia-sia. Bukannya untuk memperbaiki keadaan saluran air yang ada di kampus FKIP. Dengan itu mungkin hanya dengan mengandalkan mahasiswanya yang harus menyelesaikannya, karena pihak atasan tidak ada yang dapat diandalkan. Padahal seharusnya mahasiswa hanya tahu belajar dan belajar saja. Sedangkan masalah saluran air tersebut adalah maslah atasan yang di gaji untuk mengayomi dan melayani mahasiswa.

Komentar " unsur-unsur kebudayaan "

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 16, 2008 | Reply

    ass………..

    Dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai unsur-unsur yang menjadi dasar dari pembentuk kebudayaan itu. Yang anehnya walau pun kebudayaan itu buruk, tetapi masih saja di pertahankan. tetapi semua unsur-unsur itu satu sama lain saling berkaitan. Jadi tidak dapat dipisahkan.

    wass…………………..

Komentar " inovasi "

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 7, 2008 | Reply

    Ass wr wb..

    Inovasi merupakan suatu bentuk pembaharuan dari suatu hal yang mungkin dapat berupa SDA atau apa saja yang memungkinkan untuk dirubah atau dijadikan bahan guna menciptakan sesuatu yang baru, yang mana hal yang baru tersebut dapat mempengaruhi suatu kebudayaan yang ada.
    Dalam penciptaannya, manusia harus memiliki motivasi sebelum dapat menciptakan inovasi. Jadi menurut saya antara inovasi dan motivasi itu tidaklah dapat dipisahkan.

    mohon perbaikannya bila ada kesalahan….. pak, terima kasih

    Wass Wr Wb

Komentar " asimilasi "

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 1, 2008 | Reply

    Ass………

    Asimilasi juga merupakan proses dari munculnya kebudayaan, dan juga bila benar asimilasi dapat terjadi dengan adanya pergaulan dari beberapa kebudayaan. Sangat cocok sekali terjadi di Indonesia karena disini banyak sekali ragam kebudayaan yang ada. Thanks buat Ewa sudah memberi banyak inspirasi.

    Wss……..

Komentar " akulturasi "

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 1, 2008 | Reply

    Ass………

    Akulturasi menurut saya banyak membawa hal yang baru. Tetapi tidak dipungkiri banyak hal yang buruk yang dataang dari pada hal yang baik. Tetapi bangsa Indonesia ini telah mempunyai apa yang disebut dengan local genius yang merupakan filter untuk kebudayaan yang masuk. Mudah-mudahan masih berfungsi local genius ini.

    Wss………..

Komentar " penyebaran ( unsur-unsur) kebudayaan "

  1. By Akbar Alamsyah Hidayat on Mar 16, 2008 | Reply

    Ass…….

    Budaya merupakan sebuah identitas suatu komunitas atau bangsa yang mana mempunyai karakteristik masing-masing yang menggambarkan bagaimana ciri khas bangsa itu. Dengan kata lain kebudayaan merupakan pembeda.

    Wss………

Komentar " kepribadian pengantar popular "

  1. By AKBAR ALAMSYAH HIDAYAT on Mar 8, 2008 | Reply

    Ass.. wr…wb….

    Dalam tulisan anda saya sangat mengerti bahwa kepribadian atau yang biasa disebut dengan personality adalah sesuatu yang sangat penting bagi sebuah individu. Karena dengan adanya kepribadian, dapat membedakan antara manusia dengan binatang.

    Wass,,,wr… wb

Komentar "proses belajar Kebudayaan "

  1. By Akbar A Hidayat on Mar 2, 2008 | Reply

    Ass….

    Dalam postingan anda saya dapat kesimpulan bahwa dalam suatu kebudayaan harus ada unsur yang utama yaitu pelakunya yang tidak lain adalah manusia
    yang mana merupakan penggerak dan pencetus kebudayaan.
    selain itu yang utama ada juga yaitu pikiran. bagaimana terbentuknya suatu kebudayaan sangat tergantung dari manusia dan hasil pikirannya. begitu juga dengan manusia yang dapat menentukan jalan hidupnya sendiri.

    terima kasih

    wss….

Komentar " Kebudayaan Korupsi "

By Akbar A Hidayat on Feb 27, 2008 | Reply

ASS………..

Dalam tulisan Ewa membuat saya tahu bahwa dari kecil saya sudah dibohongi dan diajarkan korupsi, jadi bukan salah saya nantinya kalau saya tidak sengaja korupsi….
terima kasih

ws…………

Selasa, 20 Mei 2008

KEBANGKITAN NASIONAL
BAGI
NEGARA YANG TERPURUK

20 mei adalah hari besar nasional yang yang biasa kita sebut dengan hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas dimana telah di peringati ke 100 tahun di Indonesia sejak tanggal 20 mei 1908 dengan dimulainya pergerakan nasional yang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo dengan diteruskan berdirinya organisasi – organisasi yang lain setelah itu.

Pada saat itu pergerakan nasional dilancarkan guna melawan tirani penjajahan bangsa belanda yang telah lama menjajah nusantara kita ini, yang berakibat telah menyengsarakan rakyat nusantara karena praktek kerja paksa yang dilakukan bangsa Belanda terhadap rakyat nusantara.

Tapi pada masa sekarang ini seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, setelah kemerdekaan di proklamirkan, peringatan hari besar ini di tandai dengan krisis ekonomi yang bisa dikatakan amat berat sehingga membuat bangsa kita terpuruk. Banyak terjadi kenaikan harga bahan makanan, bahan bakar dan terjadi ketimpangan – ketimpangan sosial, politik yang lainnya yang terjadi dalam tubuh pemerintahan bangsa kita ini. Banyak terjadi penangkapan pejabat oleh KPK karena tindak pidana korupsi, banyak terjadi bencana alam di mana- mana, dan sebagainya.

Yang lebih miris lagi rakyat seakan tidak mau tahu dengan keadaan yang sedang morat – marit ini. Rakyat hanya bisa menuntut, meminta dan memaksa untuk minta bantuan dari pemerintah, padahal bila dipikir-pikir lagi sudah berapa puluh tahun negara kita ini terus menerus mendapat bantuan atau subsisdi dari pemerintah. Secara kasarnya rakyat Indonesia ini terkesan manja dan selalu mengemis pada pemerintah, padahal mereka tidak tahu bagaimana banyaknya masalah yang dihadapi oleh pemerintah saat ini menyangkut krisis ini dan masalah – masalah kenegaraan yang lainnya. Apalagi pada calon kaum intelektual atau yang biasa disebut dengan kata mahasiswa malah memperkeruh suasana dengan mengadakan sejumlah demonstrasi menuntut kinerja pemerintah atas krisis ekonomi yang yang sedang melanda negeri ini, mereka meneriakkan hujatan, tuntutan, dan ancaman serta ejekan yang ditujukan kepada pemerintah, seakan- akan mereka lebih tahu apa yang mereka lakukan itu benar dan dengan atas nama kemanusiaan, padahal mereka itu hanya sok tahu dan sok sosial atau yang lebih kasar lagi mereka itu hanya cari muka dan dan cari pengaruh atau supaya bisa dibilang hebat karena berani memaki-maki pemerintah. Sebenarnya mereka itu hanya akan memperkeruh dan menambah pusing pemerintah dengan kelakuan mereka itu. Mereka tidak tidak sadar bahwa mereka malah mencoreng nama baik mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual yang berpendidikan yang dapat berpikir damai dan baik tanpa harus melakukan demonstrasi. Bukankah lebih mereka fokus terhadap pendidikan mereka dari pada ikut nimbrung urusan pemerintah yang jelas-jelas bukan urusan mereka. Lebih baik mereka belajar dengan giat agar dapat memperbaiki negeri kita kelak nantinya bukan malah demonstrasi seperti itu. Atau lebih baik jika mereka melakukan bakti sosial pengumpulan dana dengan cara penjualan dan pengumpulan buku – buku atau pakaian layak pakai atau membuat lapangan pekerjaan yang mana hasilnya dapat di sumbangkan bagi yang memerlukan itu semua, bukan kah lebih bijaksana seperti itu daripada harus teriak-teriak dan kepanasan tanpa hasil. Terlepas dari itu di dalam pemerintahan juga harus memikirkan rakyat juga pada pejabat atau anggota dewan harus bisa lebih prihatin bukannya menumpuk harta. Mereka mendapat gaji bulanan sudah jutaan rupiah ditambah lagi dengan berbagai tunjangan dan fasilitas – fasilitas yang mewah. Padahal kerja mereka hanya duduk dan mendengarkan sidang. Bukan kah lebih baik bila tunjagan dan gaji para pejabat dan anggota dewan di tekan dan dialihkan untuk memperbaiki kestabilan ekonomi bangsa kita. Biar rakyat tidak merasa dikecewakan karena telah memilih mereka. Lebih baik para pejabat dan wakil rakyat atau anggota dewan mengalah demi rakyat yang telah memberinya kepercayaan dan amanat.

Sungguh peringatan hari kebangkitan nasional yang menyedihkan. Banyaknya iklan- iklan yang menyuarakan hari kebangkitan nasional padahal mereka tidak tahu arti kebangkitan nasional yang sesungguhnya hanya bisa bicara saja. Tapi kita harus tetap berbangga hati karena telah menjadi bagian dari Indonesia ini, dari negeri ini kita banyak belajar tentang segala hal dan dengan sebijaksana mungkin menyikapinya. Dan tetap meneruskan perjuangan para pejuang untuk menjaga negeri kita kita tercinta ini dengan bersama kita bangun kembali negeri kata yang terpuruk ini dan mengembalikan kejayaannya seperti masa silam. Hanya kerja sama dari segenap warga negeri ini yang dapat menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat hari Kebangkitan Nasional bagi Indonesia kita tercinta

Senin, 07 April 2008

Manusia dalam ketertarikan

Dalam kehidupan ini kita tidak bisa pungkiri adanya suatu ketertarikan pada suatu hal, benda atau yang lebih banyak kita tahu adalah ketertarikan terhadap lawan jenis. Suatu ketertariraikan ini muncul bila terjadi adanya kontak atau komunikasi ya paling minimal bertatap muka.

Tapi ada juga yang jarang bertemu tetapi sudah mempunyai ketertarikan antar satu dan yang lain . Why ????????????????????

suatu tanda tanya besar kan ?,

Tapi tidak juga menurut saya itu wajar terjadi asalkan telah terjadi kontak atau komunikasi seperti yang sudah saya katakan diatas, tidak menutup kemungkinan untuk bisa menjadi tertarik.

Contoh lain tentang ketertarikan juga dapat terlihat dan terpapar dari tingkah laku manusia disekitar kita atau selain manusia juga ada hewan atau semua mahluk yang bernyawa semuanya memiliki rasa ketertarikan. Yang saya bingungkan sekarang sebenarnya inti dari rasa ketertarikan itu tadi apa ? apakah bentuk fisik atau nonfisik.

Bila manusia lebih mengenal rasa suka atau sayang atau cinta , Cieeeeeeeee , cinta, alhamdulillah saya sudah pernah merasakan semua itu tapi entah benar tidaknya. Kata orang suka itu datangnya dari mata turun kehati, ada juga pepatah jawa menyebutkan tresno teko soko kulino ( kurang lebih seperti itulah) yang artinya cinta datang karena terbiasa. Naaaaaaaaa banyak sekali kan opini – opini yang menjabarkan rasa tertarik ini. Tapi bila menurut saya sebenarnya yang disebut dengan suka atau tertarik itu hanya dimulai dari rasa simpati yang berlebihan tetapi bila suka itu belum tentu cinta dan belum tentu sayang. Bingung kan kisanak ?

Ya harap maklum ini tulisan pertama saya saya ingin mencoba-coba intuk menulis sesuatu yang ada di edalam pikiran saya. Soal benar tidaknya tetap saya tunggu koreksi dari kisanak semua yang membaca tulisan saya ini.

Saya tunggu ya…………………

Minggu, 06 April 2008

Gretting dulu yah...........

Assalamualaikum

Perkenankan saya dulu untuk memperkenalkan diri . Nama saya AKBAR ALAMSYAH HIDAYAT saya seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di kota Banjarmasin. Saya tinggal di Banjarbaru tetapi asaya lahir di Jakarta yang mana merupakan kota besar yang bisa dibilang kumuh he he he he. Di Kalimantan saya sudah kira-kira 16 tahun.

Banyak sekali yang saya dapatkan dari kota ini selama saya hidup disini di Banjarbaru maksudnya. Semua kisah pahit dan manis tetapi kebanyakan pahitnya ha ha ha ha ha .

cukup segini dulu yah . Maklum saya baru membuat blog ini...... .

.................................


Wassalammualaikum


Mempublikasikan Posting